my princess is already here (Part 1)

02.12



Masuk masa kehamilan week ke 39
aku sudah mulai harap-harap cemas..
Karena di saat sudah mulai rutin cek seminggu sekali,
aku justru dapat kabar-kabar dari dokter yang buat aku dag dig dug takut gak bisa melahirkan normal😭

Mulai dari posisi si baby yang masih sungsang padahal sudah memasuki minggu ke 36 (nanti aku bakal ceritain di postingan yang lain gimana cara aku membalikan posisi baby ke posisi yang seharusnya dalam waktu seminggu) terus kepala bayi yang belum masuk ke panggul padahal sudah pembukaan 1 sampai tali pusar yang melilit di leher bayi..

Dari awal Mei aku sudah mulai merasa mules-mules, tapi itu cuma 1 malam aja.. Jadi aku pikir ini kali ya yang orang bilang "kontraksi palsu".  Waktu hamil anak pertama, begitu kontraksi gak lama Jordan lahir jadi gak ngerti bedain antara mules mau melahirkan sama mules yang cuma kontraksi palsu. Sebelumnya dokter sudah bilang untuk siap-siap dari awal Mei, karena the baby can coming anytime soon..  So semalam habis mules di hari sebelumnya, aku pergi ke dokter... Setelah di cek, dokter bilang sudah pembukaan 1. Tapi seperti yang aku tulis di atas, menurut dokter posisi kepala bayi masih jauh di atas panggul. But, harus tetap siaga.. kalau sampai tanggal 18 Mei 2018 belum lahir juga, yaaa harus ambil tindakan operasi cesar.
ouch...! itu yang paling aku takutkan..! Dari awal kehamilan aku sudah bertekad bisa melahirkan normal seperti waktu melahirkan Jordan dulu..

Untung punya suami yang selalu berpikir positive.
Ketika galau kebayang kata-kata dokter harus operasi sc kalau si baby belum keluar sampai batas waktu yang di tentukan which is itu sekitar 1.5 minggu lagi, suami selalu bilang "tenang aja yank, pasti bisa melahirkan normal"
yaaahh, it's calming me down... tapi yah tetep galaunya datang dan pergi karena hari ke hari tetap aja belum ada tanda-tanda mau melahirkan.. Bahkan aku masih kerja n nyetir bolak balik kantor sendiri loh sampai H-3 due date.. Kebetulan H-2 dan H-1 jatuhnya Sabtu Minggu, karena gak mau makin stress di rumah (soalnya time left around only 1 week) aku minta suami ajak jalan-jalan n nongkrong dengan perut aku yang super duper gede dan sesak banget rasanya..

Sampai Senin shubuh waktu aku udah tidur nyenyak tiba-tiba perutku mules selama 2-3 menit terus hilang sekitar 10 menit sebelum mulesnya datang lagi. Aku kebangun dan berpikir wah sudah saatnya nih!

Aku langsung melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan 3 tahun lalu waktu melahirkan Jordan. Yaitu jalan bolak balik ruang tamu dan dapur waktu terasa kontraksi, dan istirahat pada saat jeda kontraksi. Sampai-sampai karena gak mau ganggu suami yang lagi tidur dengan buka tutup pintu kamar, aku lebih pilih untuk tidur di ruang tamu saat itu.

Aku terus lakukan itu sampai sekitar 1 jam (dulu waktu melahirkan Jordan, jalan terus sampai waktunya lahiran loh) karena mataku udah mulai berat banget, dan rasanya sakit perutnya masih bisa di tahan jadi aku memutuskan untuk tidur aja di dalam kamar.

Syukur aku bisa tidur sampai jam setengah delapan pagi. Waktu bangun, perut masih terasa kontraksi tapi gak sesakit dan seintens waktu shubuh. Tadinya masih mikir mau pergi ngantor, tapi kata suami mending gak usah lah kalau tiba-tiba mau melahirkan malah tambah ribet. Jadi aku memutuskan untuk duduk manis di rumah hari itu.

Barang-barang yang harus dibawa ke rumah sakit sudah di siapin dalam tas bayi dari seminggu yang lalu, jadi kalau udah waktunya tinggal angkut si tas dan langsung cuss..! Biasanya kalau sampai RS pertanyaan pertama dari perawat atau bidan adalah "jeda kontraksinya sudah berapa menit sekali?" kebetulan aku suka gak ingat kalau ditanya soal waktu, jadi aku download aplikasi "CONTRACTION TIMER & COUNTER 9M" di app store. Aplikasi ini memudahkan aku untuk mengetahui jeda dan durasi kontraksi. Setiap terasa sakit aku langsung menekan start button yang ada dalam aplikasi lalu aku menekan lagi end button ketika rasa sakitnya berhenti. Aku lakukan terus setiap kontraksi.

Kebetulan sehari sebelumnya, suami manggil petugas kebersihan untuk beresin sampah sisa renovasi yang ada di depan rumah. Dan aku dapat mandat untuk bantu ngawasin kerjaan mereka.

Waktu sedang mengawasi, aku masih bisa merasakan kontraksi tapi makin lama rasa sakitnya makin menurun. Sampai pekerjaan petugas kebersihan beres dan pamit pulang, perut aku terasa sedikit sakit. Kebetulan aku belum sarapan, jadi aku memutuskan untuk jalan kaki ke indomaret di depan komplek untuk beli roti dan susu. Yah hitung-hitung mempercepat proses bukaan. Tapi sesampainya di indomaret rasa sakitnya malah hilang dan gak terasa lagi selama aku belanja hingga pulang sampai di rumah.

Tiba-tiba di smartphone, aku melihat notif dari aplikasi yang aku install tadi. Isinya si aplikasi menyimpulkan sepertinya sakit yang aku rasakan cuma kontraksi palsu dilihat dari track record jeda dan durasi kontraksi yang aku input. Dan aplikasi itu menyarankan aku lebih banyak jalan atau berendam air hangat untuk merangsang si baby supaya cepat keluar.

Tapi aku merasa ngantuk karena kurang tidur, setelah sarapan akhirnya aku kembali tidur.

Begitu bangun jam 3 sore, kontraksi nya mulai terasa lagi. Kali ini sakitnya sangat terasa dengan durasi yang cukup lama dan kembali lagi setelah hilang selama 10 menit. Terus seperti itu hingga 3x. Dan aku dapat notif lagi yang isinya aplikasi mendeteksi kalau aku udah mulai bukaan awal, tapi aku masih punya waktu untuk mandi dan makan.

Aku telepon suami dulu dan memberi tau kalau aku udah mulai kontraksi setiap 10 menit. Suamipun langsung bergegas pulang dari kantor untuk menjemput aku di rumah. Sambil menunggu suami, aku mengikuti saran dari aplikasi. Aku mandi lalu makan supaya aku ada tenaga untuk melahirkan nanti.

Suami belum sampai rumah tapi kontraksi sudah mulai datang tiap 5 menit sekali, dan notif dari aplikasi juga menyarankan supaya aku bergegas ke rumah sakit.

Aku gak mau panik. Aku berusaha mengatur nafas setiap kontraksi datang, sampai akhirnya tiba-tiba aku mendengar suara pintu pagar rumah dibuka. Tadinya aku pikir suamiku sudah sampai rumah tapi ternyata yang datang adalah kakak iparku yang langsung bergegas ke rumah setelah diberi tau mertua ku kalau aku udah mulai kontraksi tiap 5 menit sekali.

Kakak iparku datang untuk mengantar aku ke rumah sakit. Dia merasa was-was aku masih di rumah dalam keadaan seperti ini. Setidaknya kalau aku sudah di rumah sakit, keluarga di rumah bisa merasa tenang menunggu kelahiran si baby. Tapi aku menolak karena suami aku sudah di jalan pulang. Dan benar saja, 5 menit kemudian suami aku sampai di rumah.

Setelah suamiku mandi (tadinya mau makan dulu, tapi diomelin kakak iparku so gak jadi deh) kamipun langsung pergi ke rumah sakit. Selama perjalanan aku struggle berusaha menahan sakit yang datang tiap 5 menit sekali. Aku pun menghubungi dokter via whatsapp mengabari aku dalam perjalanan menuju rumah sakit dan minta tolong dokter menghubungi pihak RS untuk menyiapkan kamar untuk aku. Dan supaya cepat sampai, suami ambil jalan lewat tol walau jarak dari rumah ke RS gak begitu jauh.

Supaya relax, aku mengajak suami ngobrol selama perjalananTapi menahan rasa sakit gak semudah itu kan. Jadi tiap kontraksi aku bisa tiba-tiba diam di tengah obrolan dan berusaha melatih pernapasan. Begitu terus hingga keluar tol daaannn.... macet parah donk begitu keluar tol padahal jarak RS dari pintu tol tinggal 1 km lagi.

Entah memang kontraksinya berhenti atau stress gara-gara macet, perut udah gak terasa sakit lagi. Dan untuk killing time nungguin macet, aku buka-buka instagram. Di feed aku ada video beberapa pasangan yang pakai jasa professional videographer untuk mengabadikan momen lahiran anak mereka. Lucu yaa, tapi aku bukan tipe yang bisa menyiapkan hingga sedetail itu. That's why aku gak hire videographer untuk merekam proses lahiran aku...

Aku buka dan nonton beberapa video hingga akhirnya aku sampai juga di rumah sakit.

Tapi karena postingan ini sudah cukup panjang dan ceritaku masih lebih panjang. Jadi cerita drama lahiranku dibagi jadi 2 part (sinetron kali aaaahhh...)

Jadi jangan bosen yah baca lanjutannya di postingan selanjutnya..

X.O.X.O

Jordan's Momma

You Might Also Like

0 comments

TWITTER

PROMO

Instagram

Subscribe